Pagi ini awal pertamaku masuk sekolah kembali, yap hari ini aku sudah bukan seorang anak kelas 8 lagi tapi hari ini aku sudah menjadi kaka kelas tertua disekolahku. Sepertinya mentari sependapat denganku, matahari memancarkan sinarnya begitu cerah hari ini, seperti hatiku yang sudah tak sabar untuk menanti hari ini. Aku sangat merindukan teman-temanku, selain mentari yang menyambut pagi hariku, puppy anjing kesayanganku juga sudah menyambutku saat aku membuka mataku. Aku segera bergegas menyiapkan segala keperluanku di hari pertamaku masuk sekolah, dan aku segera bergegas mandi. Air yang dingin cukup untuk memberiku semangat dipagi hari ini. Aku beangkat sekolah seperti biasa namun hari ini karena aku bangun lebih pagi dari biasanya, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja dari rumah ke sekolah karena jarak rumah dan sekolahku tida terlalu jauh. Setelah aku selesai mandi dan membereskan segala keperluan sekolah aku, aku turun ke bawah dan menuju meja makan dengan membiarkan rambut panjangku terurai lepas.
Saat aku turun ke meja makan, bunda sudah menungguku di meja makan. "Pagi sayaaang" kata bunda sambil menghampiriku dan mengecup keningku dan mengajakku duduk di sebelah kursi yang tadi di tempati olehnya. Disana sudah tersedia roti tawar dengan selai blueberry dengan satu gelas susu coklat kesukaanku. Tanpa menunggu lama, aku langsung menyantap sarapanku dengan lahap. Saat sarapanku habis tanpa sisa, aku kembali mengecek semua peralatan sekolah namun sepertinya ada yang aku lupakan dan aku segera menaiki tangga kembali menuju kamarku, lalu aku mengambil headset hitamku dan mengambil handphone qwerty warna putihku, lalu setelah mengambil kedua barang favoritku aku kembali ke meja makan dan menghampiri bunda. "apa yang ketinggalan nay ?" tanya bunda. "hmmm itu bun, handphone sama headsetnya ketinggalan" jawabku sambil mangambil tas gendongku "oh iya bun, udah jam segini, aku berangkat ya bun. salam buat kaka sama papah" kataku sambil mengecup kening bunda dan pergi ke arah pintu. "hati-hati nay, pulang sekolah langsung pulang ya !" teriak bunda dari dalam rumah dan melambaikan tangan ke arah ku. Dan aku pun membalas lambaian tangan bunda dan segera pergi ke sekolah.
Saat aku menutup pintu rumahku, angin pagi yang dingin menerpa wajahku dan menerbangkan rambutku kearah mukaku. "Diluar masih gelap padahal udah jam 06.00, hmmm cukup dingin" kataku bergumam sambil menggosok-gosokkan tanganku kesekujur tubuhku berharap mampu menghangatkan tubuhku. Saat sudah dipertengahan jalan aku berhenti sejenak untuk istirahat dan aku mengambil handphone dan headsetku dan aku mendengarkan lagu kesukaanku, dan aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku ke sekolah dengan ditemani lagu-lagu yang diputar di handphone ku. Sakin asyiknya mendengarkan lagu, aku sampai tidak menyadari ada yang memanggil-manggil namaku dan aku baru sadar saat orang itu menepuk bahuku. Reflect aku membalikan badan ke arah orang yang menepuk bahuku dan dengan wajah heran aku mengamati dan melihat orang yang tadi menepuk bahuku. Dan aku baru sadar saat aku mengenali tanda pengenal yang dipakai laki-laki tersebut dan tanda pengenal itu sama dengan tanda pengenal yang aku pakai dan ternyata dia satu sekolah denganku. "hello....hello...hello" katanya sambil membuyarkan lamunanku, dan aku langsung sadar kembali kedunia nyata "eh iya.. maaf.. ada apa ya?" tanyaku menjawab dengan bingung. "hmmm tadi aku ngeliat kamu disana terus buku kamu jatuh disana terus aku liat nama kamu, aku panggil-panggil kamu tapi kamunya ga nyaut, ya udah aku tepuk bahu kamu deh" katanya menjelaskan dengan jelas dan rinci semuanya dan memberikan bukuku kembali kepadaku. "oh iya gapapa, makasih ya" kataku sambil memasukkan bukunya ke dalam tasku kembali. "sama-sama. hilmi. anak 15 juga?" tanyanya padaku sambil mengajakku berjabat tangan. "nayla, iya nih. kelas berapa ?" tanyaku padanya sambil membalas jabatan tangannya. "Kelas 9, kamu nay ?" tanyanya padaku dan kami memutuskan untuk pergi ke sekolah bersama-sama "aku juga sama baru aja naik kelas 9" jawabku.
Sepanjang jalan kami banyak mengobrol dan saling bercerita tentang diri kita sendiri. Dan tanpa terasa kita sudah sampai didepan gerbang sekolah, disana sudah ada desfina dan asry, aku dan hilmi pun langsung berpisah "nay, aku kesana dulu ya ?" katanya sambil melambaikan tangan dan lekas bergabung dengan teman-temannya